Review HTC EVO 3D: Smartphone Canggih 3 Dimensi

Dengan menghadirkan review HTC Evo 3D, ini adalah kali pertama ponsel tiga dimensi muncul di pasaran Indonesia. Smartphone ini menawarkan pengalaman tiga dimensi nan mengagumkan untuk penggemar HTC. Silahkan puaskan diri Anda menikmati bagaimana kehebatan dari spesifikasi HTC Evo 3D.

Desain

HTC EVO 3D merupakan salah satu ponsel Android terberat yang ada di pasaran, yaitu 170 gram. Untungnya semua itu terobati dengan kualitas kontruksi bodi yang berkualitas. Meski tak dibalut dengan logam penuh, kualitas plastik sangat bagus dan ponsel terasa kokoh di tangan. Ditambah dengan penutup belakang yang bertekstur dan aluminium di sekitar kelopak kamera ponsel. Secara keseluruhan, desainnya tak menampilkan kesan seksi, seperti HTC Sensasion.

Selain tombol biasa dan port, EVO 3D memiliki dua tombol khusus di sisi kanan ponsel. Yang pertama dapat digunakan untuk memilih modus 3D dan 2D. Kedua sebagai tombol shutter kamera. Hal ini sangat penting, mengingat pengambilan gambar 3D memerlukan stabilitas tinggi. Sementara resolusi layar yang dibenamkan memiliki resolusi lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, HTC EVO 4G. Sama-sama memiliki bentang layar 4.3 inci, namun EVO 3D membenamkan resolusi 540×960 piksel, sedang EVO 4G masih 480×800 piksel. Alhasil, tampilannya terlihat lebih tajam, warnanya lebih kaya, dengan sudut pandang lebih nyaman di mata.

Di atas layar tersaji sensor cahaya & proximity, grill speaker, kamera depan 1.3 megapiksel, dan lampu indikator yang ditempatkan di sisi kanan lubang suara. Sementara jack audio 3.5mm dan tombol power ditempatkan di tepi atas. Mengintip sisi kiri telepon, ada port microUSB untuk pengisian daya dan transfer data. Meskipun tidak memiliki port microHDMI berdedikasi, Anda masih dapat menampilkan video definisi tinggi ke layar yang lebih besar melalui adaptor MHL opsional yang dihubungkan ke port microUSB.

Sedangkan tombol volume, camera mode switch, dan tombol rana diposisikan pada sisi kanan handset. Di belakang bodi terpasang kamera ganda 5 megapiksel mirip mata manusia, dengan auto fokus dan dual-LED flash. Jika membuka casing belakang, Anda akan menemukan baterai berkapasitas 1730 mAh dan slot microSD. Namun untuk mengakses microSD, Anda diharuskan untuk menarik baterai terlebih dahulu.

Antarmuka

HTC EVO 3D berjalan pada sistem operasi Android 2.3 Gingerbread dengan antamuka UI HTC Sense versi 3.0. Membawa nuansa berkelas dengan grafik memukau. Dengan user interface ini Anda dapat menggunakan lockscreen untuk meletakkan laporan cuaca, galeri foto, hingga penunjuk waktu dengan animasi yang menarik. Tampilan widget terlihat lebih tajam dan ada beberapa yang benar-benar menarik. Salah satunya seperti widget grid foto pada galeri, tampak lebih hidup dengan frame statis. Sementara pada tujuh homescreens-nya menampilkan sestem korsel bergulir sehingga pilihan homescreen terakhir yang dipilih akan kembali ke urutan pertama.

Yang menarik, Anda dapat merasakan pengalaman konten 3D tanpa kacamata. Untuk dapat menyaksikan efek 3D secara nyata, lihat pada posisi layar 90 derajat dan tunggu beberapa detik agar mata Anda nyaman. Secara mengejutkan, layarnya bekerja sangat baik dan kami benar-benar terpesona olehnya. Tetapi, Anda harus menjaga pergerakan tangan agar tetap stabil. Berdasarkan pengalaman kami, konten 3D dapat dilihat dengan waktu yang cukup panjang. Namun Anda harus ingat, beberapa pasang mata, mungkin kurang nyaman jika melihatnya terlalu lama.

Multimedia

Dua kamera 5 megapiksel duduk manis di sisi belakang ponsel, yang tentu saja memiliki kemampuan untuk mengambil foto dan video 3D. Ketika kami membidik foto 2D, dibutuhkan sekitar 3 detik untuk mengambil gambar, menyimpannya, dan kembali untuk mengambil gambar lain. Sedangkan pengambilan gambar 3G dibutuhkan sekitar 6 detik. Sayangnya tidak ada yang berubah dalam hal kualitas gambar 2D, malah lebih bagus dari HTC EVO 4G dengan kualitas gambar hingga 8 megapiksel.

Saat pengambilan foto di luar ruangan, hasil fotonya tampak terlihat ‘dingin’ dan warnanya kurang tajam. Meski demikian, kameranya mampu menghasilkan bidikan makro yang baik. Jika di dalam ruangan atau kondisi kurang cahaya, dua lampu kilat LED-nya mampu menyesuaikan lingkungan, namun jarak lensa antara objek tak lebih dari 5 meter. Selain itu, kedua kamera belakang juga sanggup menghasilkan video 3D maupun 2D dengan resolusi hingga 720p. Untuk kualitas video 2D yang dihasilkan bisa hingga 1280×720 piksel (HD).

Saat kami coba, file foto 3D yang dihasilkan berformat mpo. Sedangkan file video 3D maupun 2D yang dihasilkan berformat mp4. Berdasarkan spesifikasi yang dimiliki, HTC EVO 3D juga sanggup menghasilkan file 3gp. Tak hanya itu, device ini juga mampu menjalankan film dan game format 3D side-by-side (SBS). Di ataranya film bawaan Green Hornet 3D serta beberapa games seperti  Chartbuster, Spyderman: Total Mayhem 3D,  Need For Speed SHIFT, dan TheSims 3.

Konektivitas

Pada sektor konektivitas, ponsel ini mampu menjalankan koneksi 4G. Namun sayangnya Indonesia belum menyediakan teknologi tersebut. Namun jangan khawatir, Anda tetap bisa menikmati koneksi WCDMA dan HSDPA. Demikian juga dengan WiFi IEEE 802.11 b/g/n sebagai alternatif lain untuk berinternet. Layaknya ponsel Android, EVO 3D juga disertai dengan fasilitas GPS (Global Positioning System).  Untuk koneksi jarak dekat tersedia Bluetooth 3.0 yang mendukung A2DP untuk headset stereo secara wireless alias tanpa menggunakan kabel.

Tersedia pula port micro-USB 2.0 (5-pin) dengan mobile high-definition video link (MHL) untuk koneksi USB maupun HDMI. Di samping itu, handset ini juga dilengkapi berbagai sensor canggih. Di antaranya MPL rotation vector, MPL linear accel, MPL gravity, MPL Gyro, MPL accel, MPL magnetic field, MPL Orientation, Proximity sensor, serta Light sensor. Sensor-sensor tersebut antara lain untuk mendeteksi jarak (kedekatan) ponsel dengan obyek luar, sensitifitas terhadap cahaya, gaya berat, dan medan magnet.

Kesimpulan

Bagi Anda yang penasaran akan teknologi 3D tanpa kacamata, layak mencoba produk ini. Mulai dari dua kamera di belakang, software 3D, hingga layar berteknologi 3D disajikan ponsel ini. Dari pengalaman kami, HTC EVO 3D bekerja sangat baik dan mampu memberikan kedalaman gambar yang dibutuhkan. Kemampuan tersebut tak lain dan tak bukan karena disokong oleh prosesor 1.2 GHz dual core dan RAM 1 GB.

Selain itu, ponsel ini juga menawarkan daya tahan baterai yang cukup menggiurkan, berkapasitas 1.730 mAh. Waktu bicara hingga 7 jam dan 10 jam penggunaan normal. Namun sayang, bodinya terkesan agak bongsor dan cukup berat. Kurang nyaman ketika disimpan di saku baju atau celana.

Harga: Rp 5.999.000

Spesifikasi HTC Evo 3D:
Jaringan: GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 MHz Dimensi: 126 x 65 x 12.05 mm Berat: 170 gram Display: 4.3-inch 3D touch screen, 540 x 960 qHD resolution OS: Android 2.3 (Gingerbread) Kamera: 5 MP, 2560×1440 piksel Standby: Up to 358 h (2G) / Up to 420 h (3G) Talktime: Up to 560 min (2G) / Up to 465 min (3G) Fitur Lain: GPRS/EDGE/HSDPA, Prosesor ARMv7 1.2 GHz dual core,  memori internal 1 GB storage, 1 GB RAM, microSD (SD 2.0 compatible), Wi-Fi IEEE 802.11 b/g/n, Bluetooth, dan GPS.

sumber: mediatren.com

0 comments: